Apakah rumah Anda di Malang dan Air keran bau besi atau bau logam? Kenali penyebabnya dari kerak pipa atau air tanah dan temukan solusi yang tepat untuk air di rumah Anda.
Coba tes air di rumah Anda dengan membuka keran dan biarkan mengalir. Perhatikan apakah begitu air mengalir, langsung tercium bau yang tidak enak. Bau logam. Bau besi. Bau karat.
Mungkin Anda sudah berkali-kali Anda mengatasinya mulai dari memasak airnya, tapi baunya masih terasa. Atau pasang filter. Tapi dari keran masih bau.
Kalau Anda tinggal di Malang dan mengalami ini, Anda tidak sendirian. Air keran bau besi adalah salah satu keluhan paling sering kami terima dari warga Malang. Mulai dari Kota Malang, Kabupaten Malang, sampai Batu.
Dan yang perlu Anda tahu, air keran bau besi berasal dari dua tempat. Dari air sumur Anda yang memang mengandung besi tinggi. Atau dari pipa galvanis di rumah Anda yang sudah berkarat dari dalam. Keduanya berbeda dan solusinya juga berbeda.
Di sini Anda akan tahu penyebabnya, cara membedakannya, bahayanya untuk kesehatan, dan apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.
Baca Juga: Air Kotor dari Keran? Ini 6 Tanda Pipa Anda Perlu Dibersihkan
Asal Air Keran Bau Besi
Air tanah yang mengandung besi. Ini yang paling umum terjadi di Malang. Air tanah di Malang banyak mengandung mineral besi yang cukup tinggi. Besi ini larut dalam air dan memberikan bau logam khas. Terutama di area Lowokwaru, Blimbing, dan Sukun di mana kami sering menemukan kasus ini.
Besi dalam air tidak selalu terlihat. Air bisa terlihat jernih tapi tetap mengandung besi yang cukup untuk menimbulkan bau. Tapi setelah didiamkan beberapa saat atau terpapar udara, besi mulai teroksidasi dan air berubah warna kekuningan.
Selain itu dari pipa galvanis yang sudah berkarat. Ini yang paling sering terlewatkan. Pipa galvanis terbuat dari besi yang dilapisi seng. Seiring waktu, lapisan seng ini terkikis dan besi di dalamnya mulai berkarat dari dalam. Karat ini tidak hanya membuat air berbau besi tapi juga berwarna kuning kecoklatan.
Di Malang sendiri, banyak rumah tua di area Klojen, Kayutangan, dan sekitarnya yang masih menggunakan pipa galvanis. Pipa galvanis yang sudah berusia di atas 5 tahun biasanya sudah mulai mengalami korosi dari dalam.
Dari endapan karat yang sudah menumpuk. Ini kombinasi dari dua faktor di atas. Besi dari air dan karat dari pipa selama bertahun-tahun mengendap di dinding dalam pipa dan membentuk kerak. Kerak ini terus melepaskan zat besi ke dalam air yang mengalir, sehingga air keran bau besi terus muncul meskipun Anda sudah pasang filter di sumber.
Mengapa Bau Besi di Malang Cukup Umum
Jawabannya ada di geologi Malang. Malang dikelilingi oleh wilayah vulkanik. Lapisan tanah dan batuan di sekitar Malang mengandung mineral besi dan mangan yang cukup tinggi. Air tanah yang meresap melalui lapisan ini membawa serta mineral tersebut ke sumur Anda.
Belum lagi suhu Malang yang relatif lebih dingin dibanding kota lain di Jawa Timur. Suhu dingin mempercepat proses pengendapan mineral di dalam pipa. Jadi proses pembentukan kerak besi dan mangan bisa terjadi lebih cepat dibanding daerah yang lebih panas.
Kombinasi air tanah yang tinggi besi dan kondisi yang mempercepat pengendapan membuat pipa air di rumah-rumah Malang cukup rentan terhadap masalah ini.
Apakah Air Keran Bau Besi Berbahaya
Secara langsung, air keran bau besi belum tentu langsung berbahaya. Tubuh manusia memang membutuhkan zat besi dalam jumlah kecil. Tapi ada perbedaan besar antara besi dari makanan dan besi dari air yang terkontaminasi.
Standar air minum WHO menetapkan batas aman besi dalam air sebesar 0,3 mg/L. Air yang melebihi batas ini bisa menimbulkan masalah dalam jangka panjang.
- Paparan besi berlebihan jangka panjang bisa mengganggu fungsi hati dan ginjal. Anak-anak dan bayi sangat rentan terhadap paparan ini.
- Air yang mengandung besi tinggi bisa menyebabkan kulit kering dan iritasi. Kalau Anda atau keluarga sering merasa kulit kering setelah mandi tapi tidak tahu penyebabnya, coba periksa kualitas air Anda.
- Besi meninggalkan noda kecoklatan yang sangat sulit dihilangkan di keramik kamar mandi, membuat pakaian cepat kusam, dan mempercepat kerusakan water heater dan mesin cuci.
Lebih penting dari itu, air keran bau besi adalah sinyal bahwa ada masalah di sistem air Anda yang perlu diperbaiki. Bukan hanya soal bau, tapi soal kondisi pipa dan kualitas air yang Anda dan keluarga gunakan setiap hari.
Baca Juga: Perbedaan Air Kuning Pipa atau Sumber Air? Ini 5 Cirinya
Cara Mengenali Air Keran Bau Besi dari Sumber dan Pipa
Coba ambil air langsung dari sumber
Sebelum masuk ke jalur pipa rumah, ambil air dari output pompa atau langsung dari sumur. Cium baunya. Kalau air dari sumber sudah bau besi, berarti memang air tanah Anda yang mengandung besi tinggi.
Solusinya treatment sumber. Pasang filter yang sesuai. Tapi kalau air dari sumber tidak berbau tapi air dari keran bau besi, berarti masalahnya ada di pipa Anda. Filter di sumber tidak akan menyelesaikan masalah ini.
Bandingkan beberapa keran di rumah Anda
Buka keran di kamar mandi depan dan belakang bersamaan. Kalau bau besinya lebih kuat di salah satu keran, berarti jalur pipa ke keran tersebut yang lebih parah kondisinya.
Cek apakah Anda sudah pasang filter
Kalau sudah pasang filter tapi dari air keran bau besi masih terasa, hampir bisa dipastikan masalahnya di pipa. Filter memang bekerja. Air yang masuk ke pipa sudah bersih. Tapi begitu melewati pipa yang berkarat, air terkontaminasi lagi.
Lihat warna air dan noda
Kalau air berwarna kuning kecoklatan dan meninggalkan noda di keramik, itu tanda kuat ada besi dari dalam pipa. Terutama kalau pipa galvanis dan sudah berusia di atas 5 tahun.
Baca Juga: 5 Faktor Penentu Harga Detox Pipa Air, Jangan Asal Pilih!
Solusi untuk Air Keran Bau Besi di Malang
- Masalah di air tanah. Air dari sumur Anda memang sudah bau besi sejak awal. Solusinya pasang filter khusus besi dan mangan di sumber air. Filter jenis ini menggunakan media tertentu yang dirancang untuk mengikat dan menangkap besi dari air sebelum masuk ke jalur pipa. Konsultasikan dengan teknisi kami filter untuk menentukan kapasitas yang tepat untuk air Anda.
- Masalah di pipa. Air dari sumber tidak berbau tapi dari keran tetap bau besi. Solusinya membersihkan pipa dari dalam. Karat dan endapan besi yang menempel di dinding pipa perlu diangkat. Tergantung tingkat keparahannya, bisa dengan detox pipa untuk kerak di tahap menengah atau kuras pipa kalau sudah sangat parah.
- Masalah di keduanya. Ini yang paling sering kami temui di Malang. Air tanah memang mengandung besi dan mangan, dan pipa juga sudah berkerak. Solusinya keduanya sekaligus. Bersihkan pipa terlebih dahulu untuk menghilangkan karat dan endapan yang sudah menumpuk. Lalu pasang filter di sumber supaya air yang masuk ke pipa bersih dan pipa tidak cepat berkerak lagi.
Urutan ini jangan dibalik. Kalau Anda pasang filter dulu tapi pipa masih berkarat, air tetap bau besi karena kontaminasi dari pipa. Tapi kalau Anda bersihkan pipa dulu lalu pasang filter, hasilnya optimal dan bertahan lama.
Cerita dari Pelanggan Kami di Malang
Seorang pelanggan di Lowokwaru, Malang sudah hampir 1 tahun mengeluhkan air keran bau besi dan kuning di pagi hari. Dia sudah pasang filter mangan yang cukup mahal di sumur. Tapi masalahnya tidak kunjung selesai.
Setelah kami survei, ternyata filternya bekerja dengan baik. Air setelah filter sudah bersih dan tidak berbau. Tapi jalur pipa galvanis rumahnya yang sudah berusia sekitar 8 tahun sudah dilapisi karat dan kerak yang cukup tebal. Air yang sudah difilter terkontaminasi lagi setelah melewati pipa.
Setelah dilakukan detox pipa selama 4 jam, kerak dan karat dari dinding pipa larut dan terdorong keluar. Air keran bau besi sudah tidak ada lagi. Filter yang sudah terpasang akhirnya berfungsi optimal. Masalah yang sudah dialami hampir setahun selesai dalam satu hari.
Yang dia sesali, seandainya tahu dari awal bahwa masalahnya bukan hanya di sumber air, dia tidak perlu keluar uang untuk coba-coba berbagai solusi yang tidak tepat.
Setelah air keran bau besi teratasi, lakukan langkah ini agar masalahnya tidak muncul lagi.
- Pantau warna dan bau air di rumah Anda secara rutin terutama di pagi hari. Kalau mulai ada perubahan lagi, segera lakukan pengecekan sebelum masalah bertambah parah.
- Lakukan flushing ringan setiap 1-2 minggu dengan membuka semua keran selama beberapa menit. Ini membantu mendorong keluar sedimen yang mulai mengendap.
- Pastikan filter air Anda berfungsi baik dan media filter diganti sesuai jadwal. Kalau belum pasang filter, ini saat yang tepat untuk mempertimbangkannya.
- Jadwalkan pembersihan pipa profesional secara berkala. Untuk air tanah di Malang yang mengandung mangan dan besi, kami biasanya menyarankan pembersihan ulang setiap 6-12 bulan.
Tidak perlu tunggu sampai semakin parah. Ambil foto air keran bau besi Anda besok pagi. Cium baunya. Catat perubahannya. Kirimkan semua informasi ini ke kami via WhatsApp. Ceritakan keluhan Anda. Lokasi rumah di Malang, usia rumah, jenis pipa kalau tahu, dan sumber air yang Anda pakai.
Teknisi kami akan datang ke rumah Anda untuk survei. Konsultasi dan survei tidak dikenakan biaya.



